Video
Transkripsi
Mata uang dasar alam semesta kita adalah energi.
Hal tersebut yang menerangi rumah kita,
yang menumbuhkan makanan kita,
yang menghidupkan komputer kita.
Kita bisa mendapatkannya dari berbagai cara:
membakar bahan bakar fosil,
membelah atom
atau penyinaran fotovoltaik matahari.
Tapi dari semua hal, pasti ada kekurangannya.
Bahan bakar fosil sangat beracun,
limbah nuklir adalah… ya, limbah nuklir,
dan masih belum ada baterai untuk menyimpan sinar matahari untuk cuaca berawan.
dan ya, Matahari tampaknya memiliki energi yang hampir tak terbatas.
Apakah ada suatu cara kita bisa membuat matahari di bumi?
Bisakah kita memasukkan matahari kedalam botol (menyimpan matahari)?
Matahari bersinar karena reaksi fisi nuklir.
In a nutshell (secara singkat) - reaksi fusi adalah proses termonuklir,
yang berarti komposisinya harus luar biasa panas, sangat panas,
sampai-sampai atom kehilangan elektronnya,
membuat plasma, dimana inti atom dan elektron
memantul-mantul secara bebas.
Karena inti atom memiliki tegangan positif, mereka saling bertolak satu sama lain.
Untuk mengatasi tolakan ini,
Partikel tersebut harus bergerak sangat, sangat cepat.
Dalam konteks ini, sangat cepat berarti “sangat panas”:
Jutaan derajat.
Bintang melakukan kecurangan untuk mencapai temperatur ini.
Mereka sangat raksasa, sehingga tekanan dalam inti mereka
menghasilkan panas untuk meremas inti-inti atom
sampai mereka bergabung dan menyatu,
membuat inti atom yang lebih berat dan melepas energi ketika proses berlangsung.
Energi inilah yang ilmuan harapkan untuk dimanfaatkan
dalam pembangkit listrik generasi baru
Reaktor fusi (penggabungan inti atom).
Di Bumi, tidak layak menggunakan metode brute-force ini
untuk menciptakan reaksi fisi.
Jadi kalau kita mau membuat sebuah reaktor yang menghasilkan energi dari reaksi fusi,
kita harus lebih cerdas.
Sampai saat ini, ilmuan telah menemukan 2 cara untuk membuat plasma
yang cukup panas untuk bereaksi fusi:
Reaktor tipe pertama menggunakan medan magnet
untuk meremas plasma dalam ruangan berbentuk donat
dimana reaksi berlangsung
Reaktor kurungan magnetik ini, seperti reaktor ITER di Prancis,
menggunakan superkonduktor elektromagnet yang didinginkan dengan helium cair
sampai beberapa derajat dari absolut zero.
yang berarti mereka inang dari gradien temperatur terbesar di alam semesta yg diketahui.
Tipe kedua, dinamakan inertial confinent,
menggunakan pulsa energi dari superpowered lasers
untuk memanaskan permukaan dari bahan bakar seukuran pelet
meledakkannya,
dan secara singkat membuat bahan bakar panas dan cukup padat untuk di fusi-kan.
Faktanya,
salah satu dari laser paling kuat di dunia
digunakan untuk eksperimen reaksi fusi
di National Ignition Facility di A.S.
Eksperimen seperti ini dan yang lain seperti mereka di seluruh dunia
sampai hari, ini hanya masih eksperimen.
Ilmuan masih mengembangkan teknologi tersebut.
Dan walaupun mereka bisa menghasilkan reaksi fusi,
saat ini, masih memakan energi yg lebih besar untuk eksperimen
dari pada yg mereka produksi di reaksi fisi.
Teknologinya masih memiliki jalan yg sangat panjang
sampai layak untuk dikomersialkan.
Dan mungkin itu takkan pernah terjadi.
Mungkin saja mustahil untuk membuat reaktor fusi yang layak di Bumi.
Tapi, jika sampai sana hal tersebut akan sangat efisien,
bahwa satu gelas air laut
dapat digunakan untuk memproduksi energi yg setara dengan membakar satu barel minyak mentah,
tanpa limbah untuk diperbicarakan.
Ini karena reaktor fusi menggunakan hidrogen atau helium sebagai bahan bakar,
dan air laut terisi dengan hidrogen.
Tapi tidak semua hidrogen dapat digunakan:
spesifik isotop dengan ekstra neutron, disebut deuterium dan tritium,
diperlukan untuk membuat reaksi yang tepat.
Deuterium itu stabil dan dapat ditemukan dalam kelimpahan air laut,
tetapi, tritium lebih sulit.
Zat tersebut radioaktif dan mungkin hanya ada sekitar dua puluh kilogram di dunia,
kebanyakan di hulu ledak nuklir
yang membuatnya sangat mahal.
Jadi kita mungkin butuh bahan fusi lain untuk deuterium dari pada tritium.
Helium-3, sebuah isotop dari helium, mungkin dapat menjadi pengganti yg lebih baik
Sayangnya,
itu juga sangat langka di Bumi.
Tapi disini bulan bisa punya jawabannya.
Lebih dari miliaran tahun,
angin matahari mungkin telah membangun deposito besar
dari helium-3 di bulan.
Sebagai ganti dari membuat helium-3, kita dapat menambangnya.
Jika kita dapat menyaring debu bulan untuk helium,
kita dapat memiliki energi yg dapat mencukupi seluruh dunia
untuk ribuan tahun.
Satu argumen lagi untuk mendirikan basis di bulan,
Jika anda tidak cukup yakin.
Oke, mungkin kamu berfikir membuat matahari mini
tetap terdengar seperti sesuatu yg berbahaya.
Tapi mereka justru lebih aman dibandingkan pembangkit listrik kebanyakan.
Sebuah reaktor fusi tidak seperti reaktor nuklir
yang dapat mencair dan menyebabkan bencana.
Jika kurungan (reaktor) mengalami kegagalan,
maka plasma akan meluas dan mendingin dan reaksi akan berhenti.
Sederhananya, itu bukan bomb.
Pelepasan bahan bakar radioaktif seperti tritium
bisa menimbulkan ancaman bagi lingkungan.
Tritium bisa berikatan dengan oksigen, membuat air radioaktif
yang bisa berbahaya karena merembes ke lingkungan.
Untungnya, tidak lebih dari beberapa gram tritium
yang digunakan dalam satu waktu,
sehingga kebocoran akan cepat diencerkan.
Jadi kami baru saja memberitahukan anda
bahwa ada energi yang hampir tak terbatas yang bisa didapat,
tanpa mengorbankan lingkungan
dalam sesuatu yg sesimpel air.
Jadi, apa yang mengganjal?
Biaya. Kami hanya tidak tahu apakah energi fusi akan menjadi layak untuk dikomersial.
Bahkan jika mereka berfungsi, mereka mungkin terlalu mahal untuk dibangun.
Kelemahan yg utama adalah bahwa teknologi tersebut belum terbukti.
Ini adalah pertaruhan sepuluh miliar dolar.
Dan uang yang mungkin lebih baik digunakan untuk energi bersih lainnya
yang sudah terbukti.
Mungkin kita harus memotong kerugian kita.
Atau mungkin,
ketika imbalannya energi bersih tidak terbatas untuk semua orang,
Mungkin resikonya cukup adil?
Terjemahan oleh komunitas Amara.org